Surakarta, 3 Oktober 2025 – Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta bersama Universitas Sahid Surakarta kembali menggelar kegiatan rutin Jumat Religi. Kegiatan rutin pada hari Jumat ini dilaksanakan di Masjid Sahid Sahriman Nurul ‘Ilmi. Kegiatan rutin ini dihadiri oleh Pimpinan STP Sahid Surakarta, dosen, beserta seluruh civitas akademika STP Sahid Surakarta dan Universitas Sahid Surakarta.
Pada kajian kali ini, bapak Naim Mabruri,S.Pd.,M.Pd., selaku Manager Operasional Yayasan Sahid Jaya Cabang Surakarta menyampaikan kajian yang bertema “Tiga Golongan Dosa dalam Islam”. Dalam tausiyahnya, Naim Mabruri.,S.Pd.,M.Pd., menyampaikan sebuah hadits penting yang menjadi landasan kajian pagi itu.
“Satu hadis yang harus saya sampaikan pada bapak ibu terkait dengan perbuatan dosa,” ujarnya dalam membuka kajian jumat kali ini. Beliau menjelaskan bahwa dosa dalam pandangan Islam terbagi menjadi tiga jenis, masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda.
Jenis dosa pertama adalah dosa yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah SWT, yaitu dosa syirik atau mempersekutukan Allah.
“Syirik merupakan dosa yang menghapus seluruh amal kebaikan, dan Allah tidak akan memberikan ampunan bagi pelakunya jika ia meninggal dalam keadaan belum bertaubat,” terangnya.
Jenis kedua adalah dosa antara hamba dengan Allah SWT, seperti meninggalkan salat atau berpuasa. Dosa ini, menurut pemateri, masih bisa mendapatkan ampunan dari Allah asalkan pelakunya bersungguh-sungguh dalam bertaubat dan memperbaiki diri.
Sedangkan jenis ketiga adalah dosa antara sesama manusia, contohnya menyakiti sesama, mengambil hak orang lain, atau memfitnah.
“Dosa kepada sesama tidak akan selesai hanya dengan istighfar. Kita harus meminta maaf dan mengembalikan hak orang tersebut sebelum terlambat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang khidmat. Para peserta, yang terdiri dari dosen beserta staff dari kedua institusi, tampak antusias menyimak paparan dari penceramah. Beberapa peserta juga mencatat poin-poin penting sebagai bekal untuk introspeksi diri, suasana masjid menjadi semakin hidup ketika penceramah membuka sesi tanya jawab singkat, yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam terkait hukum dan penyelesaian atas dosa antar sesama manusia. Acara ini ditutup dengan doa bersama.
Diharapkan, melalui kegiatan Jumat Religi ini, para peserta tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga tergerak untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan spiritual dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.