Surakarta, 14 November 2025 – Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta bersama Universitas Sahid Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Jumat Religi yang rutin digelar setiap pekan tepatnya pada hari Jumat sebagai sarana pembinaan rohani bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan kali ini mengusung tema “4 Kunci dalam mendidik anak” dengan narasumber Ustadz Arfan Hamdani S.Pd.I. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 yang bertempat di Masjid Sahid Sahriman Nurul ‘Ilmi.
Kegiatan Jum’at Religi ini juga turut didukung oleh jajaran pimpinan, antara lain Destina Paningrum, S.E., M.M., W.R. Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Pengembangan USAHID Surakarta, serta Emmelia Nadira Satiti, S.E., M.M., Wakil Ketua II STP Sahid Surakarta. Dalam kajian kali ini, Ustadz Arfan Hamdani, S.Pd.I. menyampaikan materi yang berfokus pada prinsip-prinsip dasar yang dapat diterapkan dalam pola pengasuhan anak agar tumbuh dengan karakter yang baik dan berakhlak. Dalam tausiyahnya beliau menjelaskan bahwa terdapat 4 kunci dalam mendidik anak, salah satunya adalah sabar :
“Sabar itu penting. Maka istighfar adalah jalan untuk menenangkan hati. Ya Allah, anak ini adalah titipan-Mu, amanah yang Engkau percayakan kepada kami. Berikan kekuatan, kelapangan hati, serta kebijaksanaan agar kami mampu membimbingnya dengan kasih sayang, menjaga setiap langkahnya, dan mendidiknya menjadi pribadi yang Engkau ridai. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu, maka bimbinglah kami agar selalu bersabar dan bersyukur dalam menjalankan amanah ini” Terangnya
Acara ini dihadiri oleh para karyawan dan dosen dari Universitas Sahid Surakarta dan STP Sahid Surakarta, menunjukkan komitmen bersama untuk membangun lingkungan akademik yang religius, cerdas, dan berkarakter.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang khidmat. Para peserta, yang terdiri dari dosen beserta staff dari kedua institusi, tampak antusias menyimak paparan dari penceramah.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman tambahan mengenai peran orang tua maupun pendidik dalam membentuk karakter anak. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran mengenai pentingnya nilai-nilai keagamaan sebagai dasar pembentukan generasi yang berakhlak.