STP Sahid Surakarta Gelar Kuliah Umum Perdana Program RPL untuk Mahasiswa Batch 1 & 2 pada Semester Gasal 2025/2026

Surakarta, 9 September 2025 – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta menggelar kuliah umum bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Batch 1 dan 2. Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam menempuh proses perkuliahan tahun akademik 2025/2026.

Foto : Pimpinan STP SAHID Surakarta Dr. Agus Solikhin, S.E MM bersama pembantu ketua 1 Kris Cahyani Ermawati, S.ST.Par.,M.Hum, dan pembantu ketua 2 Emmelia Nadira Satiti, SE.MM

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di STP Sahid Surakarta dirancang dengan pendekatan blended learning, yakni perpaduan pembelajaran tatap muka dan online. Perkuliahan dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa hingga Kamis, sehingga memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kualitas akademik.

Dalam dua semester masa studi, mahasiswa akan melalui berbagai kegiatan akademik. Pada semester pertama, mereka mengikuti kuliah teori, mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok, serta menghadapi ujian tengah dan akhir semester. Sementara itu, semester kedua difokuskan pada kuliah teori lanjutan, bimbingan penyusunan bookchapter dan jurnal baik secara online maupun offline, serta pelaksanaan ujian akhir yang dilakukan secara tatap muka.

Kalender akademik RPL diatur sedemikian rupa sehingga setiap batch memiliki jadwal yang jelas untuk perkuliahan, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), serta bimbingan dan ujian akhir.

Foto : Kuliah umum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) STP Sahid Surakarta, yang dilaksanakan dengan metode blended learning melalui kehadiran tatap muka dan partisipasi daring mahasiswa.

Dengan adanya kuliah umum ini, STP Sahid Surakarta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi pariwisata yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya melalui jalur RPL yang memberi kesempatan lebih luas bagi para profesional maupun masyarakat umum untuk melanjutkan studi. Program ini bukan hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga ruang pengembangan diri agar mahasiswa mampu bersaing di dunia kerja dan industri pariwisata.

{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.singularReviewCountLabel }}
{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.pluralReviewCountLabel }}
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}