Surakarta, 31 Januari 2026 – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta menerima kunjungan rombongan dari SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu, dalam rangka pengenalan lingkungan kampus, diskusi pengembangan kompetensi peserta didik, serta penguatan sinergi pendidikan vokasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus STP Sahid Surakarta ini dihadiri oleh pimpinan institusi, jajaran dosen dan tenaga kependidikan, serta perwakilan guru dan beberapa siswa SMK 3 IDHATA Curup, Bengkulu. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama dalam pembinaan sumber daya manusia pariwisata yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Foto : Rombongan SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu bersama pimpinan STP Sahid Surakarta dalam kegiatan kunjungan dan diskusi di ruang rapat
Ketua STP Sahid Surakarta, Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas jenjang pendidikan. Menurutnya, sinergi antara SMK dan perguruan tinggi pariwisata memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kemandirian.
“Harapan kami, peserta didik yang menempuh pendidikan dan pelatihan nantinya tetap memiliki semangat kemandirian. Setelah belajar dan memperoleh pengalaman, mereka dapat kembali ke daerah asal untuk membangun dan mengembangkan potensi daerahnya masing-masing,” ujar Dr. Agus Solikhin.
Foto : Sambutan Ketua STP Sahid Surakarta, Dr. Agus Solikhin, S.E., M.M., didampingi perwakilan guru SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I STP Sahid Surakarta Dr. Kris Cahyani Ermawati, S.ST.Par., M.Hum, serta Wakil Ketua II Emmelia Nadira Satiti, S.E., M.M., yang memberikan penguatan terkait peran pendidikan vokasi dalam membentuk karakter, penguatan soft skill, serta kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, rombongan SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu mengikuti keliling kampus (campus tour/showing) untuk mengenal secara langsung berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang dimiliki STP Sahid Surakarta. Fasilitas yang dikunjungi meliputi Laboratorium Housekeeping (HK), Mock Up Room, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Front Office (FO), Laboratorium Usaha Perjalanan Wisata (UPW), Ruang Podcast, serta Laboratorium Kitchen.
Kegiatan campus tour tersebut dipandu oleh Kepala OJT STP Sahid Surakarta, Arinta Destri Larasati, S.Par., M.Par., yang memberikan penjelasan mengenai fungsi dan peran masing-masing laboratorium dalam mendukung pembelajaran praktik mahasiswa. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan pembelajaran berbasis praktik yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi di STP Sahid Surakarta.
Turut hadir pula Kepala Marketing STP Sahid Surakarta, Dr. Afiefah Sulistyowati, S.E., M.Si., yang menyampaikan informasi umum mengenai lingkungan akademik, budaya kampus, serta peluang pengembangan diri di bidang pariwisata dan perhotelan.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara STP Sahid Surakarta dan SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu. Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama pendidikan vokasi, khususnya dalam pengembangan kompetensi peserta didik serta pengenalan dunia pendidikan tinggi pariwisata.
Foto : Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STP Sahid Surakarta dan SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu
Perwakilan guru SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai dunia pendidikan tinggi pariwisata, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan mental dan kemandirian dalam menempuh pendidikan maupun pelatihan lanjutan.
Melalui kegiatan ini, STP Sahid Surakarta berharap terjalin hubungan kerja sama yang berkelanjutan dengan SMKS 3 IDHATA Curup, Bengkulu, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi peserta didik, penanaman nilai kemandirian, serta semangat untuk kembali membangun daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan.